Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Masjid Agung Bandung Didorong Jadi Pusat Kebaikan dan Kekuatan Umat

Senin, 17 Agustus 2026 | 08:59 WIB Last Updated 2026-08-17T01:59:42Z
Klik

Tabligh Akbar yang dirangkaikan dengan Tasyakur Bini’mah dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI di Masjid Agung Bandung


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Masjid Agung Bandung didorong tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kebaikan, aktivitas sosial, dan penguatan kehidupan umat di tengah dinamika Kota Bandung.


Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Masjid Agung Bandung merupakan bagian dari sejarah panjang kota sekaligus warisan para pendiri Bandung. Dengan status 100 persen wakaf, keberlangsungan dan kemakmuran masjid menurutnya harus menjadi tanggung jawab bersama umat.

Hal itu disampaikan Farhan saat menghadiri Tabligh Akbar yang dirangkaikan dengan Tasyakur Bini’mah dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI di Masjid Agung Bandung, Sabtu (15/8/2026).

“Masjid ini bukan milik pemerintah tetapi milik umat 100 persen. Keberlangsungan masjid ini tidak boleh tergantung lagi kepada pemerintah. Masjid ini harus hidup oleh umat Islam seluruh Kota Bandung,” ujar Farhan.

Menurutnya, pemerintah tetap dapat memberikan dukungan melalui stimulan dan kolaborasi. Namun, peran utama dalam memakmurkan masjid harus tumbuh dari partisipasi masyarakat.

Memakmurkan masjid, kata Farhan, juga tidak semata-mata berbicara mengenai pembiayaan. Kehadiran jemaah, kegiatan keagamaan, pendidikan, hingga aktivitas sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat merupakan bagian dari upaya menghidupkan masjid.

Pemkot Bandung bersama Baznas juga tengah menjajaki skema penghimpunan dana masyarakat melalui instrumen pasar modal syariah. Gagasan tersebut terinspirasi dari pola pembiayaan yang dikembangkan Masjid Istiqlal.

Tasyakur Bini’mah dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI di Masjid Agung Bandung


“Kami bersama Baznas kemarin datang ke Bursa Efek Indonesia mencari kemungkinan untuk melaksanakan sebuah upaya seperti yang dilakukan Masjid Istiqlal yaitu mencari dana masyarakat melalui Bursa Efek agar produk-produk investasi keuangan syariah dapat disalurkan kepada masjid-masjid yang sudah 100 persen wakaf,” katanya.

Farhan menilai meningkatnya jumlah jemaah dalam berbagai kegiatan keagamaan di Masjid Agung Bandung menjadi sinyal positif. Kondisi tersebut menunjukkan kehidupan religi masyarakat Kota Bandung terus tumbuh.

Ia berharap Masjid Agung Bandung dapat menjadi ruang bersama yang hidup dan terbuka bagi masyarakat, bukan hanya untuk ibadah, tetapi juga sebagai tempat menyebarkan nilai kebaikan di tengah pusat pemerintahan, perdagangan, perekonomian, dan aktivitas warga.

“Masjid Agung Bandung harus terus menjadi pusat kebaikan dan kekuatan umat,” tegasnya. (kyy/red).

×
Berita Terbaru Update