![]() |
| Wali kota Bandung Farhan : Gebyar UMKM Hebat Kota Bandung Kuat Bersama Bank bjb di Gedung Serbaguna Balai Kota Bandung |
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
mengatakan, akses kredit menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku UMKM
untuk mengembangkan usaha. Melalui dukungan Bank bjb, pembiayaan dapat diakses
mulai dari sekitar Rp5 juta hingga Rp1,5 miliar, disesuaikan dengan skala dan
kelayakan usaha.
“Pemberian modal kredit oleh bjb
merupakan salah satu upaya agar para pengusaha mikro mendapatkan akses ke dunia
perbankan,” ujar Farhan dalam kegiatan UMKM Hebat Kota Bandung Kuat Bersama
Bank bjb di Gedung Serbaguna Balai Kota Bandung, Kamis (20/8/2026).
Menurut Farhan, penguatan UMKM
tidak cukup hanya dengan memberikan modal. Pelaku usaha juga perlu membangun
legalitas, memperkuat pasar di lingkungan sekitar, serta meningkatkan kualitas
produk agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Ia menyebut terdapat sekitar 12.000
UMKM terdaftar di Kota Bandung, dengan pertumbuhan omzet sekitar 25 persen dan
pertumbuhan aset rata-rata 10,9 persen. Potensi tersebut dinilai strategis
untuk mendorong ekonomi sekaligus menekan angka pengangguran terbuka yang masih
berada di kisaran 7 persen.
Farhan mencontohkan produk kuliner
seperti cilok, cireng, dan seblak yang kini mampu masuk ke segmen restoran.
Menurutnya, perkembangan tersebut membuktikan bahwa kreativitas dan peningkatan
kualitas dapat mengangkat produk lokal ke pasar yang lebih tinggi.
Direktur Utama Bank bjb Ayi Subarna menegaskan, pertumbuhan perbankan harus berjalan seiring dengan perkembangan masyarakat dan dunia usaha. Hingga 31 Juli 2026, penyaluran KUR Bank bjb mencapai sekitar Rp405 miliar, sedangkan outstanding pembiayaan UMKM berada di kisaran Rp3,37 triliun.
“Keberhasilan pembiayaan bukan
hanya tentang seberapa besar kredit yang disalurkan, tetapi sejauh mana
pembiayaan tersebut mampu membuat usaha tumbuh, naik kelas, dan semakin
mandiri,” kata Ayi.
Sementara itu, Kepala OJK Jawa Barat Darwisman menilai pembiayaan harus dibarengi literasi keuangan, peningkatan kapasitas usaha, akses pasar, dan pendampingan. Ia juga mendorong UMKM masuk ke ekosistem digital agar mampu memperluas jangkauan pemasaran.
Darwisman mengingatkan pelaku UMKM
untuk menghindari praktik pinjaman informal yang berisiko, termasuk rentenir
dan bank emok. Menurutnya, pembiayaan melalui lembaga keuangan formal
memberikan pilihan yang lebih aman dan terukur.
Kolaborasi Pemkot Bandung, Bank
bjb, dan OJK tersebut diharapkan membentuk ekosistem UMKM yang lebih kuat—bukan
sekadar membuka akses kredit, tetapi memastikan modal yang diperoleh mampu
menggerakkan usaha, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja.(rob/red).
.jpeg)
