Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tekan Pengangguran Pemuda, Jabar Bidik IPP 90 pada 2029

Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:23 WIB Last Updated 2026-08-19T02:23:29Z
Klik
Sekda Jabar Herman Suryatman pada Musda XVI Pemuda/KNPI



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA — Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memasang target ambisius untuk meningkatkan kualitas hidup pemuda. Salah satu fokusnya adalah menekan tingkat pengangguran pemuda secara signifikan sekaligus mendorong peningkatan akses dan kualitas pendidikan hingga 2029.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, penguatan kualitas pemuda menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Jabar Istimewa. Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya aktif dalam organisasi, tetapi harus memiliki pendidikan dan kesejahteraan yang semakin baik.

“Peningkatan kualitas pemuda harus menjadi perhatian serius, terutama dalam aspek pendidikan dan kesejahteraan,” ujar Herman saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XVI Pemuda/KNPI Jawa Barat 2026 di Grand Asrilia Hotel Convention & Restaurant, Kota Bandung, Selasa (18/8/2026).

Herman menyebut Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Jawa Barat saat ini berada di angka 62,96. Angka tersebut, kata dia, masih perlu didongkrak secara signifikan. Pemprov Jabar bahkan menargetkan IPP dapat menembus angka 90 pada 2029.

Target tersebut berjalan beriringan dengan upaya menekan pengangguran pemuda. Menurut Herman, peningkatan pendidikan dan kesejahteraan menjadi fondasi penting agar generasi muda memiliki daya saing sekaligus mampu masuk ke dunia kerja dengan lebih baik.

Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk organisasi kepemudaan. KNPI Jawa Barat diharapkan tidak hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi mampu mengambil peran strategis dalam menjawab persoalan nyata yang dihadapi pemuda.

Herrman bersama Alumni Pengurus KNPI dan OKP dalam Musda XVI KNPI Jabar

  

“Pemerintah tanpa masyarakat, pemerintah tanpa pemuda tidak ada apa-apanya,” tegas Herman.

Ia pun mendorong kepemimpinan KNPI Jabar ke depan berani keluar dari zona nyaman dan menciptakan organisasi yang kompetitif. Kepemimpinan baru diharapkan mampu melahirkan gagasan konkret yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pemuda.

Herman menilai keberhasilan pembangunan pemuda pada akhirnya bukan sekadar terlihat dari aktivitas organisasi, tetapi dari semakin banyaknya pemuda yang berpendidikan, produktif, memiliki pekerjaan layak, dan mampu meningkatkan kesejahteraan.

“Kepemimpinan KNPI berikutnya harus berani bertaruh,” pungkasnya. (*/red).

×
Berita Terbaru Update