Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker Dorong Generasi Muda Jadikan AI Pengungkit Produktivitas

Sabtu, 12 September 2026 | 21:23 WIB Last Updated 2026-09-12T14:25:37Z
Klik
Wamenaker Afriansyah Noor menerima cindramata usai memberikan kuliah umum di kampus  Universitas Batanghari Jambi



JAMBI, FAKTABANDUNGRAYA,--- Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi generasi muda. Sebaliknya, teknologi tersebut harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing di tengah perubahan dunia kerja.

Pesan itu disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor saat memberikan kuliah umum di Universitas Batanghari, Jambi, Sabtu (12/9/2026).

“Jangan takut pada AI, tapi jangan sampai tertinggal oleh AI. Jadikan teknologi sebagai alat pengganda produktivitas kalian,” tegas Afriansyah.

Menurutnya, otomatisasi, digitalisasi, dan AI telah mengubah kebutuhan kompetensi di berbagai sektor. Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi harus memiliki kompetensi, karakter, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar.

Tantangan tersebut tergambar dari kondisi ketenagakerjaan nasional. Data BPS Februari 2026 mencatat angkatan kerja Indonesia mencapai 154,91 juta orang, dengan tingkat pengangguran 4,68 persen. Di sisi lain, 19,44 persen pemuda usia 15–24 tahun berada dalam kategori NEET, yakni tidak bekerja, tidak bersekolah, dan tidak mengikuti pelatihan.

Afriansyah mendorong anak muda mengubah cara pandang dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Penguasaan teknologi, menurutnya, dapat menjadi modal untuk melahirkan inovasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Wamenaker berfoto bersama mahaiswa/i Universitas Batanghari-Jambi


Untuk memperkuat kesiapan tersebut, Kemnaker menjalankan berbagai program peningkatan kompetensi, antara lain Pelatihan Vokasi Nasional (PVN), MagangHub, Talent and Innovation Hub (TIH), serta pelatihan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kampus diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan berbekal pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, karakter, kemampuan beradaptasi, dan jiwa kewirausahaan.

“Generasi muda harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk AI, bukan hanya untuk mengikuti perubahan, tetapi untuk mengambil peran di dalamnya,” pungkas Afriansyah. (*/red).

×
Berita Terbaru Update