| Anggota Komisi II DPRD Jabar Hj. Tati Supriati Irwan dari Fraksi Golkar |
Kunjungan kerja tersebut dipimpin
Anggota Komisi II DPRD Jabar, Tati Supriati Irwan, S.Sos., untuk melihat
efektivitas pelayanan kehutanan sekaligus memastikan program perlindungan
lingkungan berjalan di lapangan.
Tati menilai pengelolaan hutan
tidak bisa hanya berorientasi pada kelestarian kawasan, tetapi juga harus mampu
memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa mengorbankan
keseimbangan ekosistem.
“Setiap program perlindungan
lingkungan harus dipastikan berjalan optimal. Sinergi lintas sektor menjadi
penting agar potensi kehutanan dapat dikelola secara berkelanjutan sekaligus
memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Tati.
Menurutnya, Pangandaran memiliki
karakter wilayah yang strategis karena sektor kehutanan, lingkungan, pariwisata
dan kawasan pesisir saling berkaitan. Karena itu, pengelolaan kawasan harus
dilakukan secara terintegrasi agar pembangunan tidak menimbulkan tekanan baru
terhadap lingkungan.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi II
juga mengevaluasi pelaksanaan program serta fungsi Satpel Kehutanan sebagai
ujung tombak pelayanan pemerintah di daerah.Komisi II saat kunker ke Satpel CDK Wilayah VII di Pangandaran
Tati menegaskan DPRD Jabar akan
terus mendorong penguatan kelembagaan dan instrumen kebijakan sektor kehutanan,
termasuk program yang berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin program kehutanan ke
depan lebih tepat sasaran, masyarakat sekitar hutan ikut diberdayakan, dan
kelestarian ekosistem tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Pengawasan langsung tersebut
menjadi bagian dari komitmen Komisi II DPRD Jabar memastikan kebijakan
kehutanan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar memberi dampak
terhadap kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. (Adip/sein).