Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker Gandeng PEI Perkuat Ergonomi, Cegah Risiko Bahaya di Tempat Kerja

Rabu, 04 November 2026 | 13:19 WIB Last Updated 2026-11-04T06:19:34Z
Klik
Menaker Yassierli  bersama Ketua PEI Johanna Renny Octavia


 
JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat upaya pencegahan kecelakaan dan risiko kesehatan kerja melalui penerapan prinsip ergonomi. Langkah tersebut diwujudkan lewat kerja sama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, nyaman, dan produktif.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dan Ketua PEI Johanna Renny Octavia di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Penandatanganan disaksikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.

Menaker Yassierli menegaskan, ergonomi harus menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus penguatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

"Penguatan aspek ergonomi perlu menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM dan lingkungan kerja, serta meningkatkan pencegahan risiko dan pengendalian faktor bahaya di tempat kerja," ujar Yassierli.

Kolaborasi Kemnaker dan PEI mencakup dua agenda utama, yakni peningkatan kompetensi tenaga kerja dan praktisi K3 berbasis keilmuan ergonomi serta penyusunan kajian ilmiah melalui pengembangan basis data dan riset akademik.

Menurut Yassierli, kerja sama ini juga akan mengoptimalkan jejaring profesi untuk memetakan potensi bahaya fisik di berbagai sektor industri. Hasil pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar intervensi yang tepat sekaligus mendukung penyusunan kebijakan ketenagakerjaan berbasis kajian ilmiah.

Menaker Yassierli  bersama Ketua PEI Johanna Renny Octavia perlihatkan MoU yang sudah ditandatangani


Dalam kesempatan yang sama, Johanna menyerahkan penghargaan Asian Council on Ergonomics and Design (ACED) Award 2026 kepada Yassierli. Penghargaan tingkat Asia tersebut diumumkan dalam konferensi ACED di Singapura pada awal Agustus 2026.

Johanna mengatakan, PEI merekomendasikan Yassierli sebagai penerima penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta penerapan ergonomi di Indonesia.

Melalui sinergi ini, Kemnaker berharap penerapan ergonomi tidak sekadar menjadi standar teknis, tetapi juga menjadi budaya kerja untuk melindungi tenaga kerja sekaligus meningkatkan produktivitas industri nasional. (*/red).

×
Berita Terbaru Update