Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pindah Tugas, Sepak Terjang Mayor Rina Martiani Selama Menjadi Dansubsektor 21-13 Satgas Citarum

Sabtu, 30 Juni 2018 | 17:10 WIB Last Updated 2018-07-04T07:07:20Z
Klik
FAKTABANDUNGRAYA.COM, KOTA CIMAHI - Penutupan lubang limbah milik dua Pabrik PT Asatex dan Tanjung Harapan (Perseorangan) yang ada di wilayah Subsektor 21-13, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi pada hari Sabtu (30/6), menjadi kegiatan terakhir bagi Dansubsektor 21-13, Mayor Caj (K) Rina Martiani S.Pd dalam mengemban tugas memimpin anggota Subsektor 21-13 mendukung Satgas Sektor 21 untuk menjaga dan menyelamatkan ekosistem anak sungai Citarum yang ada di wilayah Kota Cimahi.

Ditemui disela kegiatan penindakan penutupan terhadap lubang pembuangan limbah pabrik PT Asatex, Mayor Caj (K) Rina Martiana menjelaskan kepada awak media bahwa hal ini adalah bagian dari mekanisme tugas yang diberikan oleh atasan terkait rotasi jabatan wilayah. Terhitung sejak kemarin (Jumat, 29/6), saat ini dirinya telah pindah tugas menjadi Danramil 0912 Soreang, untuk jabatan Danramil 0922/Cimahi Selatan yang sekaligus sebagai Dansubsektor 21-13 digantikan oleh Mayor Inf Mamin Masturi.

"Baru kemarin serah terima jabatan, mulai senin saya akan bertugas di Koramil 0912 Soreang. Untuk itu, secara otomatis Danramil yang juga sebagai Dansubsektor juga akan diganti dengan Danramil yang baru," terang Rina Martiani.

Selama program Citarum dilaksanakan sejak bulan Maret lalu, sebagai Danramil 0922/Cimahi Selatan yang juga sebagai Dansubsektor 21-13, dirinya mengaku telah banyak menghabiskan waktu untuk konsentrasi dan fokus dalam menginventarisir kondisi sungai yang tersebar di wilayah Cimahi Selatan bersama tim Satgas Subsektor 21-13 mendukung program Citarum dibawah Satgas Sektor 21.

"Sejak dimulainya program Citarum, saya bersama anggota Subsektor 21-13 terus melakukan patroli dalam menyusuri sungai-sungai yang ada di Cimahi Selatan," ujarnya.

"Sejauh ini, saya sebagai Dansubsektor 21-13 telah melakukan patroli di hampir semua aliran sungai yang ada disini (Cimahi Selatan), dan telah melaporkan kondisi sungai yang terdampak limbah industri (pabrik tekstil) sebanyak 28 industri, dan sudah ada 10 pabrik dilakukan penindakan dengan cara menutup lubang pembuangan limbahnya atas perintah Dansektor 21," tambah Rina Martiani.

Tak lagi bertugas menjaga aliran sungai yang ada di wilayah Kota Cimahi, dirinya berjanji tetap akan maksimal dalam menjalankan tugas ditempat yang baru (Danramil 0912/Soreang), dan berharap kepada pengganti dirinya (Mayor Inf Mamin Masturi) tetap menjaga apa yang sudah baik dan memperbaiki hingga menjadi lebih baik.

"Bisa melanjutkan, minimal seperti yang sudah saya lakukan, maksimal bisa lebih baik lagi, lebih bisa menggugah perusahaan dalam memperbaiki pengolahan IPAL nya," harapnya.

Selain itu, dirinya juga berharap untuk pergerakan anggota Satgas Subsektor 21-13 sebanyak 23 personil dapat diperhatikan menyangkut kesejahteraan-kesejahteraan anggota satgas yang selama ini belum ada dukungan bahan bakar. Jadi pergerakan satgas, kata Mayor Rina, hanya didukung berdasarkan ULP, "ULP itu kan buat makan mereka, belum ada dukungan dari komando untuk hal BBM nya," ungkapnya.

"Ya semoga saja, dengan Danramil yang baru bisa mengusulkan lagi ke yang lebih atas dan didengarkan ya ada pergerakan untuk dukungan BBM," tambah Rina.

Bertugas ditempat yang baru, Koramil 0912/Soreang, dirinya mengaku telah siap dalam melanjutkan dukungan terhadap program Citarum dibawah Satgas Sektor 21.

"Untuk wilayah Soreang, kan berbeda permasalahannya, katanya disana relatif tidak ada pabrik hanya home industri, apakah perilaku warga disana masih sembarangan dalam membuang sampah. Disana ada 21 desa, sedangkan disini hanya 11 Kelurahan. Jadi yang dihadapi pun akan berbeda penanganannya," ucap Mayor Rina.

Rina Martiani juga mengakui jika persoalan wilayah yang berat itu di wilayah ini (Cimahi Selatan), karena berhadapan dengan perusahaan-perusahaan yang masih bandel dalam membuang limbah.

"Sebagai TNI harus selalu siap ditugaskan dimanapun, namun tetap harus mendalami dan mempelajari perilaku dan kesadaran warga di 21 desa," pungkasnya. (cuy/red).
×
Berita Terbaru Update