May Day 2019, Pemprov Jabar Berkolaborasi Dengan Serikat Buruh dan Apindo Gelar DCL

JABAR, Faktabandungraya.com,-- Memperingati May Day atau Hari Buruh Internasional 2019, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi berkolaborasi dengan Serikat Buruh dan Asosiasi Pengusaha Indoesia (Apindo) Jabar menggelar Demo Creation of Labour (DCL) dengan tema May Day is Creative Day, di halaman kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta No 532, Kota Bandung, Rabu (1/52019).

Acara May Day is Creative Day, ikuti sekitar 1500-an buruh dari 31 serikat pekerja di Jabar memperingatinya dengan cara yang kreatif, positif dan bermanfaat. Bahkan , masing-masing perwakilan buruh tetap menyampaikan aspirasi, tuntutan dan harapan atas kesejahteraan mereka. Namun dalam aksi “demontrasi” ini, orasi para buruh dinilai dan diapresiasi oleh para ahli ketenagakerjaan.

Selain “unjuk rasa” kreatif, May Day di kantor Disnakertrans diisi dengan Demo Art, yaitu sebuah saluran bagi para buruh yang memiliki bakat seni untuk menunjukkan kebolehannya.

Ada juga Demo Kuliner yang menampilkan hasil pelatihan kuliner yang diikuti keluarga pekerja. Lalu ada Demo Solution, yaitu ruang bersama untuk menyampaikan aspirasi langsung para buruh dengan pemerintah.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam kegiatan tersebut menginginkan May Day tahun ini menjadi awal perubahan mindset Hari Buruh yang seharusnya menyenangkan, kreatif namun aspirasi tetap tersampaikan.

"Kami ingin May Day ini menjadi awal kita mendorong perubahan mindset bahwa May Day itu menyenangkan. Pemerintah sudah menetapkan jadi hari libur nasional maka kita isi dengan lebih bermanfaat, kreatif dan upaya mencari inovasi dan solusi permasalahan ketenagakerjaan," ujar Gubernur yang akrab disapa Emil.

Dirinya mengungkapkan, Pemdaprov Jabar terus berkomitmen mencari solusi dan inovasi untuk memperjuangkan hak buruh. Karena itu, pihaknya membuka selebar-lebarnya ruang untuk berkomunikasi dengan para buruh.

Emil menginginkan, pertemuan dengan para buruh tak hanya pada saat peringatan May Day saja tetapi rutin berkomunikasi minimal tiga atau empat bulan sekali.

"Mari kita rutinkan komunikasi, kita ketemu tiga atau empat bulan sekali, jangan tiap May Day. Ini untuk memecahkan permasalahan secara bersama," ujarnya.

Salah satu kebijakan inovatif yang akan diberlakukan tahun ini yaitu akan mewajibkan perusahaan untuk membangun apartemen khusus buruh yang lokasi bersebelahan dengan tempat kerja.

Sehingga butuh tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos transportasi ke tempat kerja. Apartemen khusus buruh tersebut rencananya akan dibangun oleh Real Estate Indonesia, perusahaan hanya menyiapkan lahannya saja.

"Kebijakan inovatif sedang kita tingkatkan di antaranya membangun apartemen khusus buruh di sebelah pabrik, sehingga suatu hari buruh tidak ada pengeluaran transportasi karena tinggal di sebelah tempat kerja. Sehingga buruh bisa menabung dan kesejahteraan meningkat. Regulasinya sedang kami persiapkan," terang Emil.

"Jadi tidak hanya upah naik tapi rumah di sebelah tempat kerja akan saya perjuangkan," tambahnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat Ade Afriadi menuturkan, selama ini stigma May Day selalu negatif karena identik dengan unjuk rasa. Karenanya, pihaknya merancang sebuah ajang kolaborasi antara pengusaha, pekerja dan pemerintah guna menyalurkan semangat hari buruh dengan cara kreatif dan bermanfaat.

"Diharapkan acara ini dapat menjalin komunikasi aktif semua pihak dalam mendorong suasana kerja yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan terciptanya Jawa Barat yang kondusif," kata Ade. (hms/red).


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.