Disnakertrans Luncurkan Program Inovasi Mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin

100 Hari Kinerja Kadisnakertrans Jabar
BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- Disnakertrans Jawa Barat dibawah kepemimpinan Kepala Drs. Mochamad Ade Afriandi, M.T, telah meluncurkan dan menjalankan berbagai program inovasi yang beroriantasikan Indikator Kinerja Utama (IKU) Gubernur Jawa Barat 2018 – 2023.

Menurut Ade Afriandi, pasca dilantik jadi Kadisnakertrans Jabar, langkah yang diambilnya yaitu dengan secara sangat intensif melakukan proses asesmen dan diagnosa internal Dinas. Proses ini dilakukan melalui wawancara, pengecekan fisik sarana, Rapat Pimpinan, Rapat seluruh Pegawai, serta kunjungan kerja ke 5 UPTD Pengawasan dan 3 Balai Latihan Kerja yang berada di bawah naungan Disnakertrans Provinsi Jawa Barat.

Selama proses asesmen dan diagnose, Ada banyak sekali tantangan yang kita temui, seperti : masalah SDM ASN yang akan pensiun; Masalah Ketenagakerjaan/ Pengangguran; Masalah Pengupahan dan Hubungan Industrial; Masalah Pengawasan ; Pembenahan Sistem Jaminan Sosial Ketenagakerjaan; termasuk juga masalah penempatan Transmigrasi.

Demikian disampaikan M.Ade Afriandi kepada wartawan dalam acara 100 Hari Pertama Kinerja sebagai Kadisnakertrans Jabar, di Kantor Disnakertrans Jabar, Rabu (19/6-2019).

Ade memaparkan, Disnakertrans memiliki pegawai sebanyak 386 orang ASN dan 72 Non ASN. 51% dari total pegawai berusia di atas 50 tahun. Diperkirakan jumlah ASN yang akan pensiun dalam rentang waktu 2019 sampai 2022 berjumlah 98 orang, sehingga jumlah pegawai ASN akan berkurang menjadi 288 orang.

Pegawai ASN Disnaker dengan jabatan struktural terdapat 20 orang dan 15 orang diantaranya berusia 50 tahun ke atas. Tahun 2022 pejabat struktural yang pensiun sebanyak 7 orang, sehingga pejabat struktural yang tersedia di tahun 2022 hanyalah 13 orang, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Ade juga mengatakan, bahwa pihaknya telah berhasil merancang 3 program prioritas yaitu : 1. Program Smart Nakertrans; 2. Program Migran Juara; 3.Program Milenial Juara.

Untuk program SMART Nakertrans dirancang untuk memberikan pelayanan paripurna di bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi, diantaranya : 1. Pembenahan pelayanan penyelesaian sengketa hubungan industrial; 2.Pembenahan Sistem Pengawasan; 3. Revitalisasi Lembaga Kerja Sama Tripartit dan Dewan Pengupahan; 4. Percepatan Kebijakan Pengupahan dan Reformasi Kebijakan Pengupahan; 5. Pembenahan Sistem Jaminan Sosial Ketenagakerjaan; 6. Membangun Program SMART TRANS; 7. Membangun Layanan Informasi Ketenagakerjaan; 8. Mengembangkan Program Khusus Desa; Program DCL ( Demo Creation of Labour).

Sementara itu, untuk Program Migran Juara yang merupakan sebuah program unggulan Jabar dalam periode kepemimpinan 2018-2023. Program ini menjadi bagian dari strategi menyerang Disnakertrans di dalam mengurangi tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat.

Selama 100 hari pertama kerja Kadisnaker, terdapat 2 kasus berkaitan dengan Pekerja Migran Perempuan asal Jawa Barat yaitu kasus Aminah Saghar, PMI asal Kabupaten Cianjur, dan kasus Eti Binti Toyib Anwar, PMI asal Kabupaten Majalengka.

Seperti yang telah publik ketahui, Aminah Saghar ditemukan di sekitar Jeddah 5 tahun yang lalu
akhir tahun 2001 di Kota Thaif. Eti ditangkap dan dipenjara mulai 5 Januari 2002, dan pengadilan kemudian menjatuhi vonis mati (qishas) pada tanggal 31 Maret 2009. Namun pelaksanaan vonis mati ini harus menunggu anak korban sampai aqil balig dan diperkirakan pada tahun 2017 atau 2018.

Menurutnya, Program Migran Juara dirancang dengan beberapa skema utama, yaitu: pertama : Membangun fisik gedung bertingkat 7 yang nanti akan dinamakan Jabar Migrant Service Center. Jabar Migrant Service Center akan berlokasi di sebelah Terminal Leuwi Panjang. ; Kedua : melakukan restrukturisasi dan reorganisasi 2 Bidang (yaitu Penta dan Lattas) serta 1 BLK, yaitu BLK PMI yang nanti akan berkantor di Jabar Migrant Service Center dan mengelola pusat layanan dan perlindungan pekerja migran.

Sedangkan untuk Program Milenial Juara yang bertujuan mempersiapkan Provinsi Jabar dan SDM yang ahli teknologi dalam menghadapi revolusi teknologi berbasis internet.

Program Milenial Juara terdiri dari beberapa rumpun kegiatan utama, yaitu Mengaktifkan Komite Pelatihan Vokasi Daerah.; 2. Melakukan restrukturisasi dan reorganisasi 2 Balai Latihan Ketenagakerjaan yang dimiliki Disnakertrans, yaitu BLK-Mandiri dan BLK Kompetensi.; 3. Memfungsikan BLK Kompetensi sebagai BLK untuk menyelenggarakan pendidikan-pendidikan vokasi ; 4. Memfungsikan BLK Mandiri sebagai pelatihan kewirausahaan; 5. Membangun network lembaga keuangan; 6. Menyelenggarakan Job Expo untuk kaum milenial.

“Semua program inovasi yang disusun dan dilaksanakan Disnakertrans Jabar semata-mata untuk merubah wajah Dinas ini ke depan lebih baik demi mewujudkan misi JABAR JUARA LAHIR & BATIN”, tandasnya. (husein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.