Dansektor 21 Ajak Siswa Manfaatkan Sampah Yang Bernilai Ekonomi, Jangan Gengsi

DAYEUHKOLOT, faktabandungraya.com,--- Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kol Inf Yusep Sudrajat mengajak para siswa SMA sederajat untuk mulai membangun kesadaran lingkungan, salahsatunya dengan cara memanfaatkan sampah yang memiliki nilai ekonomi dengan melakukan pemilahan sampah, sejak di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah melalui organisasi yang ada di sekolah.

Hal itu diungkapkan saat dirinya memaparkan secara global kondisi sungai Citarum dalam kegiatan Sosialisasi program Citarum Harum oleh Satgas Sektor 21 di lingkungan sekolah SMAN 1 Dayeuhkolot, Jalan Sukapura No 99, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (7/11/19).

"Ayo kita jaga sama sama, bumi ini cuma ada satu, jika rusak kita harus benahi, kalau bukan kalian yang ikut menjaga lingkungan, bagaimana nanti nasib anak cucu kalian yang tidak bisa menikmati alam dan lingkungan yang lestari," ujar Kolonel Yusep kepada 100 siswa/i yang mengikuti sosialisasi.

Persoalan sampah, kata Dansektor 21, hanya salah satu pencemaran yang terjadi di sungai Citarum. Dirinya menerangkan bahwa, sampah yang ada di wilayah Bandung Raya berkisar 6 ribu ton/hari, sementara daya tampung TPA Sarimukti hanya mampu menampung 2 ribu ton/hari. "Lalu 4 ton nya kemana?, ya sebagian banyak yang buang ke sungai," tukasnya, "ada juga yang memanfaatkan melalui dipilah pilih, tapi persentase nya kecil, nah disinilah peluang yang bisa diambil oleh kalian sebagai anak muda, jangan gengsi. Karena ini ada nilai ekonomi, belajarlah dari sekarang," harapnya.

Untuk itu, Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengajak anak muda khususnya siswa siswi SMA/SMK sederajat menjadi pionir sebagai kader kader yang sadar dan peduli terhadap lingkungan, "paling tidak, awali untuk tidak membuang sampah sembarangan, mulai memilah dan memilih sampah sejak di lingkungan rumah dan sekolah," harapnya.

Selain pilah pilih, lanjut Yusep, yang bisa dilakukan siswa untuk mendukung program citarum harum, "osis disini bisa membentuk bank sampah, itu bisa dikelola osis disini. Selain itu, kalau osis juga mau, bisa diwaktu tertentu dengan satgas ikut bergabung dengan kegiatan korve sungai," terangnya kepada siswa. (Cuy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.