Paparkan Citarum Harum, Dansektor 21 Berikan Pembekalan Kepada 115 Komandan Kodim

BANDUNG BARAT, faktabandungraya.com,--- Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat memberikan pembekalan kepada 115 calon dan Komandan Kodim dalam rangka Penataran Dandim TA 2019 di Pusdikter (Pusat Pendidikan Teritorial) Pusterad, Jalan Gadobangkong, KBB, Jumat (1/11/19).

Dalam kesempatan ini, Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat memberikan pembekalan dengan menyampaikan materi program Citarum Harum. Dijelaskan Kolonel Yusep di hadapan para peserta pembekalan, selama dua tahun ini TNI AD Kodam III/Siliwangi terlibat langsung dalam penanganan Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Revitalisasi DAS sebagai Satuan Tugas (Satgas) Citarum yang bertugas mengembalikan kelestarian lingkungan sungai, sesuai amanat Perpres No 15 Tahun 2018.

Sebagai Satgas, kata Kolonel Yusep, tugas ini sangat mempengaruhi integritas kita sebagai prajurit TNI dalam membantu dan mensukseskan program pemerintah dalam menangani persoalan dan pencemaran lingkungan. Permasalahan lingkungan adalah persoalan yang kompleks, melibatkan semua unsur, baik masyarakat, pelaku usaha, pemerintah daerah, hingga akademisi.


Seusai memberi pembekalan, Kolonel Yusep mengatakan bahwa, "saya pikir Angkatan Darat responnya bagus untuk melaksanakan (program) terhadap lingkungan, para komandan kodim nantinya dalam penugasan mengerti atau paham tentang pentingnya lingkungan hidup," ujarnya kepada awak media.

Bumi, kata Yusep, hanya ada satu, kalau ada dua atau tiga kita bisa pindah saja. "Tapi karena ada satu, kalau sudah kotor (tercemar), kita yang harus bisa membersihkannya," ucapnya.

Pemahaman ini, lanjut Yusep, disampaikan kepada para Dandim yang bertugas di berbagai wilayah Indonesia, menemui permasalahan yang sama, "bisa mengadopsi apa yang sedang dikerjakan tni di program citarum harum," ungkapnya.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan para Dandim yang bertugas di wilayah Kodam III/Siliwangi nantinya akan meneruskan tugas sebagai Satgas Citarum. "Karena program ini akan berjalan selama 7 tahun, sekarang kan baru dua tahun," tutur Kolonel Yusep.

"Sehingga nanti sudah tahu bagaimana cara menangani (persoalan) das citarum kedepannya, tidak meraba raba lagi. Karena kenyataannya, menjalankan koordinasi dengan pihak lain itu bukan hal yang mudah. Untuk itu, disinilah dibutuhkan kearifan pola berpikir dalam melakukan koordinasi dengan pihak manapun," pungkasnya. (Cuy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.