Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

H.Kusnadi, S.Ip : Tol Cisumdawu Dapat Mengoptimalkan Peran BIJB Kertajati

BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka yang sudah beroperasional sejak Mei 2018 lalu, sampai kini masyarakat atau konsumen belum melirik serius keberadaan Bandara BIJB sebagai bandara dari/ke Jabar. Sehingga tingkat keterisian (Okupansi) masih rendah.
Menurut anggota Komisi IV DPRD Jabar, H. Kusnadi, S.Ip masih rendahnya okupansi karena akses menuju dan dari BIJB Kertajati masih menjadi kendala utama, karena masyarakat yang akan menggunakan BIJB sampai saat ini menggunakan Tol Cipali, sedangkan bila melalui jalur arteri memakan waktu tempuh yang cukup lama. Sehingga masayrakat enggan menggunakan BIJB Kertajati.

Bandara BIJB dibangun sudah cukup lama, dan dia tidak berdiri sendiri, satu paket dengan aero city, luas keseluruhannya mencapai 5.000 ha. Bandara setting awalnya seluasnya 1.800 ha, dan aero city setting 3.200 ha.

"Sampai hari ini, existingnya baru seribuan ha lebih, baru bandaranya saja. Kalau itu sudah terwujud. Tentunya, pastilah peran dan fungsi BIJB Kertajati, buat perkembangan perekonomian Jawa Barat sangatlah besar”, kata Kusnadi saat ditemui media online : faktabandungraya.com di ruang kerja Komisi IV DPRD Jabar, Senin (17/2-2020).

Dikatakan sejak disepakati dan disetujui rencana pembangunan BIJB Kertajati beberapa tahun silam hingga saat ini sudah menghabiskan anggaran APBD Jabar sekitar Rp.6 triliun.

Anggaran tersebut, memang bukan hanya untuk satu sektor saja, karena disitu berkaitan dengan jalan, berkaitan dengan pembebasan lahan, berkaitan dengan kepentingan-kepentingan lainnya.

Belum optimalnya tingkat keterisian (Okupansi) BIJB tentunya tidak terlepas dari jalur transportasi karena Tol Cisumdawu sampai saat ini belum beres juga, sehingga pembangunan yang digagas Pemprov Jabar tersebut tidak sesuai rencana. Untuk itu, Komisi IV terus mendorong pemerintah pusat untuk dapat mempercepat penyelesaian pemabnguan Tol Cisumdawu, harapnya.

Nanti, katanya, kalau Tol Cisumdawu sudah beroperasional, tentunya tingkat ketertarikan masyarakat Jabar untuk menggunakan Bandara Kerjati pasti meningkat.

Lebih lanjut Kusnadi mengatakan, keberadaan Bendara BIJB Kertajati sangat besar manfaatnya untuk masyarakat Jawa Barat. Sebab, Jawa Barat itu penduduknya hampir 20 persen, dari seluruh penduduk Indonesia.

Semain meningkatkan tingkat keterisian penumpang, tentunya akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan Jawa Barat dari sektor Bandara.

Dipergunakan Haji 2020

Selain itu, kita juga dapat berbangga dengan telah ditetapkannya BIJB Kertajati sebagai salah satu bandara yang dipergunakan untuk keberangkatan dan kepulangan Jama’ah Haji 2020. Walaupun sudah pernah direncanakan BIJB akan dipergunakan untuk pemberangkatan Haji pada tahun 2018 , 2019 batal dilaksanakan. Mudah-mudahan rencana di 2020 ini bisa terealisasi," harapnya.

“Secara fisik kebandaraan, kini BIJB panjang runway-nya sudah 3.000 meter, sehingga sudah dapat buat mendarat dan menerbangkan pesawat dengan berbadan besar seperti Boeing 777, yang biasa digunakan untuk mengangkut Jama’ah Haji dengan kapasitas penumpang dan krupesawat sekitar 600 orang”, jelasnya.

Namun, walaupun sudah dapat dipergunakan untuk maskapai berbadan besar, namun masih perlu ditambah fasilitas penunjang/ sarana-prasarana oleh manajemen BIJB dan Angkasa Pura II untuk kelancaran Konsumen Umum, Jama’ah Haji dan Umrah.

Adapun fasilitas yang diperlukan ditambah segera diantaranya, diantaranya Rumah Sakit dan Ruang Medis di lingkungan BIJB, Ruang Tunggu Penumpang, Restoran, Perhotelan, Konektifitas transfortasi.

Selain itu, kita (DPRD Jabar-red) juga mendorong pihak Dinas Perhubungan Jabar dan Dishub Kab/kota untuk menggaet para pemilik transportasi /P.O (Perusahaan Otobus) untuk membuka jalur ke/dari BIJB Kertajati, sehingga para calon penumpang tidak khawatir akan terhambat menuju / dari BIJB Kertajati..

‘Selama penumpang ke/dari BIJB belum maksimal, Kusnadi mengatakan, ada baiknya pihak Dishub Jabar memberikan subsidi BBM kepada pemilik transportasi, sehingga walaupun penumpang tidak penuh, pihak P.O tetap melayani penumpang tidak sampai menunggu penuh”, tandasnya. (adikarya/husein).

Posting Komentar

0 Komentar