Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Rafael Situmorang, SH, MH : Tingkat Mobiltas Masa Masih Tinggi, Penerapan PSBB Penuh Perjuangan

Anggota DPRD Jabar dapil Bandung-Cimahi temui
Walikota BAndung Oded M Danial bahas PSBB 
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Anggota DPRD Jawa Barat dari daerah pemilihan Jabar 1, Rafael Situmorang menghimbau masyarakat Jabar pada umumnya dan kota Bandung pada khususnya, untuk mengikuti dan mentaat anjuran pemerintah dalam menekan dan memberantas peredaran covid-19.

Menurut Rafael Situmorang, selama masyarakat tidak patuh dan tidak displin untuk mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Maka, rasanya upaya keras pemerintah dalam memberantas dan memutus mata rantai pandemi covid-19 dikota Bandung, akan mengalami kesulitan.

“Sebenarnya langkah dan aksi yang diambil pemerintah kota Bandung melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sudah tepat dan sudah sesuai dengan protokol kesehatan. Namun, karena masih banyak masyarakat yang tidak patuh dan disiplin selama penerapan PSBB, akhirnya, sampai kini angka pandemi penyebaran covid-19 bukannya menurun bahkan bertambah”,

Demikian dikatakan Rafael Situmorang yang kini duduk di Komisi I DPRD Jabar saat dihubungi mediaonline : faktabandungraya.com, melalui telepon selulernya, Rabu (13/5-2020).

Dikatakan, berdasarkan data media center covi-19 kota bandung, bahwa pertanggal 12 Mei 2020, kemarin, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bandung mencapai 276 orang. Dari angka tersebut, 46 sembuh, 195 masih dirawat, dan 35 orang lainnya meninggal.

Data tersebut menunjukkan penambahan bila dibandingkan sehari sebelumnya, yaitu jumlah kasus positif bertambah 3 orang. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 768 orang. Dari angka tersebut 414 selesai pengawasan, sementara 354 lainnya masih dirawat.

Kemudian untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 3.695 orang, 3.341 diantaranya selesai pemantauan, dan 354 lainnya masih dalam proses pemantauan.

Rafael Situmorang, SH, MH
Anggota Komisi I DPRD Jabar 
Jadi berdasarkan data tersebut, dengan masih adanya penyambahan orang terpapar covid-19 di kota Bandung, tentunya harus menjadi perhatian kita bersama. Karena kebijakan pemerintah dengan penerapan PSBB semata-mata untuk mengantisipasi agar penyebaran pandemi covid-19 tidak terus betambah, dan kesehatan masayrakat tetap terjada, ujarnya.

Lebih lanjut, anggota Komisi I DPRD Jabar ini mengatakan, dari hasil pemantauan kalangan DPRD Jabar sejak diterapkan penerrapan PSBB tingkat Jabar per tanggal 6 Mei lalu, ternyata tingkat mobilitas masa khususnya di kab/kota Bandung dan kota Cimahi masih cukup tinggi, sehingga harapan penerpan PSBB untuk menekan angka mobilitas masa sampai menjadi 30 persen, rasanya sulit tercapai.

Menurut Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kab/kota Bandung maupun provinsi, bahwa sampai hari ini, diperkirakan penurunan mobilitas masa baru mencapai kisaran 50 sampai 60 persen. Jadi untuk mencapai target 30 persen, masih membutuhkan perjuangan dan kerja keras tim gugus tugas dan dukungan dari semua lapisan masyarakat.

Walaupun cukup berat memberantas dan memutus mata rantai pandemi covid-19, di Bandungraya, tetapi kita tetap optimis. Untuk itu, mari kita sama-sama meningkatkan kesadaran diri dengan mematahui dan mendisiplinkan diri mengikuti anjuran protokol kesehatan yang telah digariskan oleh pemerintah dalam penerapan PSBB. Semata –mata demi keselamatan diri, keluarga dan masyarakat banyak.

Anggota DPRD Jabar dapil Bandung-Cimahi temui
Walikota BAndung Oded M Danial bahas PSBB 
Ada beberapa hal yang benar-benar harus diperhatikan selama penerapan social distancing, diantaranya, tidak perlu berjabat tangan; menjaga jarak setidaknya 1 meter; bekerja dari rumah (work from home); Pelajar belajar di rumah secara online bagi siswa sekolah dan mahasiswa; Tidak berkumpul dan menunda pertemuan yang dihadiri banyak orang; Sering-sering cuci tangan pakai sabun antiseptic; dan kalau terpaksa keluar rumah harus memakai masker.

Selama kita mematahui dan mentaati sosial distancing, kita akan terhindar dan tidak terkena dari serangan virus covid-19. Untuk itu, “mari kita sama-sama perangi pandemi covid-19 agar kehidupan kita kembali normal seperti sedia kala, tandasnya. ( adikarya parlemen/ husein).

Posting Komentar

0 Komentar