Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

DPRD Jabar : Sektor Pendidikan dan Kesehatan Menjadi Prioritas RKUA-PPAS APBD P 2020

Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat, Gubernur jabar Ridwan Kamil
 didampingi  Wk Ketua Achmad Ru'yat, Ineu Purwadewi S, 
Oleh Soleh,  ( foto: istimewah)
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar  sidang paripurna dengan agenda Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antara Kepala Daerah dengan Pimpinan DPRD Prov. Jabar terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (RKUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan Provinsi Jabar Tahun Anggaran (TA) 2020, di Ruang Sidang DPRD Jabar, Bandung, pada Senin malam (21/9/2020).

Ketua DPRD Jabar Brigjen TNI (purn) Taufik Hidayat mengatakan, sebelum dilakukan penanda tanganan bersama, pihaknya (DPRD Jabar-red) telah berusaha keras untuk meninjau beberapa poin krusial yang menjadi kesepakatan bersama, sebelum kebijakan tersebut diputuskan.

"Ada beberapa poin krusial yang menjadi konsen kami (DPRD-red) terhadap kebijakan anggaran perubahan. Poin-poin krusial tersebut menjadi catatan kami untuk dipertimbangkan oleh Gubernur," kata Taufik seusai sidang Paripurna.

Adapun, catatan penting DPRD tersebut yakni meminta Gubernur Jabar agar serius memperhatikan masalah (anggaran) pendidikan dan kesehatan.

"Kita ketahui bersama bahwa merebaknya pandemi virus corona (Covid-19) ini banyak sendi kehidupan masyarakat akhirnya terkena imbas yang amat luar biasa. Termasuk juga sektor kesehatan dan pendidikan. Karenanya, kita berharap kebijakan APBD Perubahan 2020 ini benar benar meng-cover kebutuhan di kedua sektor vital tersebut," ujar Taufik.

Menurut Taufik yang juga Ketua DPD Gerindra Jabar itu, prioritas terhadap pendidikan dan kesehatan bukan tanpa alasan. Pasalnya, kata dia, kedua sektor itu termasuk yang paling vital dan butuh perhatian serius. 

Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat, Gubernur jabar Ridwan Kamil
 didampingi  Wk Ketua Achmad Ru'yat, Ineu Purwadewi S, 
Oleh Soleh,  ( foto: istimewah)
"Tanpa bermaksud mengesampingkan urusan lainnya, perkara pendidikan dan kesehatan memang menjadi masalah paling mendesak. Selain yang paling vital, yang harus ditangani sesegera mungkin. Hampir setiap menit banyak korban berjatuhan akibat virus ini, sementara pada waktu yang sama kegiatan pendidikan menemui banyak kendala yang berakibat pada macetnya proses belajar-mengajar baik di sekolah maupun yang lainnya," cetus Taufik.

Untuk itu, dia berharap supaya semua pihak dapat memahami situasi ini, sehingga bersama-sama mencari jalan keluarnya.

"Ini saatnya bagi kita semua, duduk bersama untuk mencarikan solusi atas persoalan ini," tandasnya. (sein).

Posting Komentar

0 Komentar