Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Herry Darawan : Kurang Diperhatikan Pemerintah, Petani Garam Datangi DPRD Jabar

Ir.H.Herry Darmawan, anggota Komisi II DPRD Jabar ( foto:istimewah)
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Ir.Herry Darwaman, mengatakan, bahwa ada beberapa kali perwakilan masyarakat Petani Garam dari pantura Jabar  menyampaikan aspirasi ke Komisi II DPRD Jabar. Mereka, merasa perhatian pemerintah sangat kurang , untuk itu, mereka minta  bantuan dan dorongan DPRD  Jabar, agar  mereka dapat meningkatkan hasil produksi garam yang berkualitas.

Selain minta dukungan cara meningkatkan produksi garam, para petani juga minta dilakukan perbaikan infrastruktur dan sarana-parasana serta pemanfaatan teknologi yang dapat meningkatkan kualitas garam.

Terkait aspirasi para petani garam Pantura Jabar , Herry Darmawan membenarkan bahwa beberapa waktu lalu, beberapa anggota Komisi II DPRD Jabar didampingi Kepala Bidang Kelautan Dinas Perikanan dan Kelautan, telah melakukan kunker ke ladang petani Garam di Kabupaten Cirebon.

Kepada anggota Komisi II , Para kelompak petani Garam Cirebon yang  temui, menyampaikan keluhan dan memohon perhatian dari pemerintah provinsi Jabar. Karena mereka merasa perhatian pemerintah sangat kurang memperhatikan nasib mereka dan produksi garam mereka.

Adapun keluhan yang mereka sampaikan, diantaranya soal infrastruktur sarana dan prasarana serta teknologinya. Padahal, wilayah pantura jabar khususnya Kab.Cirebon dan Kab. Indramayu merupakan sentra produksi Garam bagi Jabar, ujar Herry Darmawan saat dihubungi faktabandungraya.com melalui telepon selulernya, terkait hasil kunker Komisi II ke Cirebon, Senin (19/10-2020). 

Melihat hasil produksi garam petani, ternyata kualitas produksi Garamnya cukup bagus,  namun dalam memproduksinya  masih menggunakan pola tradisional. Untuk itu, mereka memohon pembinaan dan pelatihan dari pemerintah untuk meningkatkan  pengetahuan SDM agar produksi Garamnya lebih meningkat dan kualitas lebih baik lagi.

Sedangkan terkait infrastruktur, sarana-prasarana, mereka meminta agar jalan/ jalur menuju ladang garam dapat dibenahi, hal ini penting, karena mereka kesulitan saat mengangkut produksi garam.  

Adapun terkait sarana-prasarananya, para kelompok petani garam, mengakui bahwa selama ini mereka memproduksi garam secara tradisonal dan belum sama sekali menggunakan teknologi. Untuk itu mereka minta dibantu peralatan teknologi.  Agar produksi garam mereka mampu berdaya saing dengan garam infor.

Politisi PAN Jabar asal  Dapil Jabar 13 (Kab. Kuningan, Ciamis, Pangandaran dan Kota Banjar) mengatakan, walapun wilayah pantura Jabar sebagai sentra garam, namun, sampai kini masih belum mampu memenuhi kebutuhan  atau konsumsi untuk warga jabar, baik garam kasar maupun halus .  Apalagi untuk kebutuhan industri.

Untuk itu, bila SDM ditingkat dan diberi sentuhan teknologi tentunya, para petani garam , akan lebih memiliki kemampuan dalam meningkatkan produksi dengan kualitas lebih baik lagi, ujar Bambang yang kali kedua menjadi anggota DPRD Jabar ini.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, aspirasi petani garam pantura ini sudah kita serap, selanjutnya akan kita bicarakan dan perjuangan, agar para petani garam ini mendapatkan perhatian dari pemerintah provinsi Jabar.

Selain itu,kita juga kan meminta agar para stakeholder terkait, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan , Dinas UMKM, BUMD Keuangan ( Bank BJB atau BPR Jabar),  Dinas Kimrum maupun Dinas BMPR untuk dapat berkolaborasi dalam mendukung dan mendorong  petani garam Jabar agar hasil produksi garamnya mampu bersaing dengan garam infor dan memenuhi kebutuhan akan garam bagi warga Jabar.

Komisi II DPRD Jabar juga akan mendorong pemprov Jabar memalui OPD terkait, agar program yang direncanakan/ regulasi kebijakan berbasis kawasan. Hal ini penting, agar jangan sampai lahan/ladang garam beralih fungsi.  Intinya kita ingin, agar petani garam kedepan dapat meningkatkan harkat dan martabatnya, tandasnya. (adikaraya/husein).

Posting Komentar

0 Komentar