Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Warga Jabar Terdampak Covid-19, Terima Bantuan BST Dari Pemerintah Pusat

Mensos, Mendes PDTT didampingi Wagub Jabar, serahkan Bantuan  Sosial Tunai kepada 
Keluarga Penerima Manfaat (KPM), di Manyaeti -Subang ( foto:humas)
SUBANG, Faktabandungraya.com,--- Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI) Juliari P Batubara dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar  didampingi Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menyerahkan bantuan sosial tunai (BST) kepada masyarakat Desa Manyeti, Kabupaten Subang, Kamis (5/11/2020).

Wagub Jabar Uu Ruchanul Ulum, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang turut menyalurkan bantuan kepada warga Jabar terdampak COVID-19. Bantuan BST senilai Rp300 ribu disalurkan kepada ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Mayenti -Subang. Kang Uu

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat. Dari awal pandemi COVID-19, hampir 8 juta Kepala Keluarga di Jabar menerima bantuan," kata Kang Uu –sapaan Uu Ruchanul Ulum.

Kang Uu meminta BST dari pemerintah pusat digunakan dengan sebaik-baiknya. Baik untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari maupun modal berusaha agar ekonomi keluarganya kembali bergerak.

“Saya berharap masyarakat tidak menjadikan bantuan ini sebagai alasan untuk tidak bergerak dan berusaha. Jangan sampai berpikiran nanti juga akan dapat bantuan lagi, jadi tidak perlu usaha. Kami tidak mengharapkan itu,” ucapnya.

“Justru dana bansos yang didapat ini harus dijadikan motivasi (modal) bagi masyarakat untuk bekerja memenuhi ekonomi keluarga,” imbuhnya.

Wagub Jabar Uu R Ulum mengucapkan terima kasih atas penyerahan BST 
Mensos RI Juliari P Batubara mengatakan BST kali ini merupakan kolaborasi antar kementerian. Hal tersebut sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo. Menurut ia, BST kolaborasi antar kementerian ini dapat berjalan optimal apabila koordinasi dengan pemerintah daerah baik.

“Perintah Presiden, kalau satu (kementerian) ada yang anggarannya sudah tidak mencukupi, kementerian lain bisa membantu. Ini yang kita lakukan di desa ini. Kementerian Desa memberikan data kepada Kemensos, kita cleansing lagi menjadi beberapa, itu yang kita berikan,” kata Juliari.

“BST ini bisa terselenggara karena koordinasi yang baik juga antara kami dengan Pemda Provinsi Jabar dan Pemerintah Kabupaten Subang. Jadi program-program dari pusat juga tidak mungkin berjalan baik kalau tidak didukung teman-teman di daerah,” tandasnya. (hms/red).

Posting Komentar

0 Komentar