Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Gelar Aksi di Gedung Merdeka, PMPRI : OPM Tidak Muncul Dari Nurani Rakyat Papua


BANDUNG, faktabandungraya.com,--- Tepat pada tanggal 1 Desember, yang dianggap sebagai hari Kemerdekaan Papua oleh sekelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemuda Mandiri Peduli Rakyat (PMPR) Indonesia menggelar Aksi Massa di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (01/12/2020).


Aksi yang disebut juga sebagai Aksi Moral oleh puluhan massa anggota PMPRI dilakukan untuk menolak segala bentuk gerakan separatisme dan radikalisme yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang telah merongrong persatuan bangsa dan memecah keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Anggi Darmawan, S.Pd., selaku Sekjen PMPR Indonesia mengatakan bahwa gerakan kelompok separatisme Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak sepenuhnya muncul dari rakyat Papua, tapi rongrongan ini muncul dari elit-elit global Global di Papua.

"Gerakan ini tidak muncul dari nurani rakyat papua, ini muncul dari elit-elit global Papua," ujarnya.

Kalau memang gerakan ini muncul dari rakyat Papua, lanjut Anggi, pasti rakyat Papua sudah melakukan Referendum. Bahwa seluruh warga Papua menyatakan sikap ingin memisahkan diri dari Indonesia.

Dalam kesempatan aksi kali ini, LSM PMPR Indonesia menyampaikan beberapa poin yang ditujukan kepada warga Papua khususnya, dan Pemerintah secara umum bahwa, "pertama, untuk warga papua kita beranjak dari kesusahan yang sama, penjajahan yang sama, maka kita pun merdeka harus sama-sama, dan senang pun harus sama," ungkapnya.

Yang kedua, lanjutnya, masukan terhadap pemerintah untuk lebih memperhatikan rakyat Papua. "Salahsatu contohnya adalah pembangunan trans papua itu sebenarnya belum menyentuh aspek-aspek secara internal warga papua. Karena belum menyentuh ke wilayah-wilayah perkampungan, itu hanya jalan antara kabupaten dan kota saja," tuturnya.

"Untuk itu, kita dorong pemerintah untuk membangun akses-akses ke desa. Yang mana nanti perekonomian di Papua bisa berjalan dengan lancar," pungkasnya. (Cuy)

Posting Komentar

0 Komentar