Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkot Bandung Jadikan Rutilahu Strategi Utama Tekan Kasus TBC

Selasa, 27 Januari 2026 | 22:59 WIB Last Updated 2026-01-27T15:59:55Z
Klik
Pemkot Bandung perbaiki Rutilahu tekan angka TBC

 
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjadikan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebagai strategi utama dalam menurunkan prevalensi tuberkulosis (TBC), khususnya di wilayah dengan kerentanan kesehatan tinggi seperti Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung.

Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Pasirwangi, Senin (26/1/2026).

Farhan menegaskan bahwa kondisi hunian yang tidak sehat—seperti lembap, minim pencahayaan, dan sirkulasi udara yang buruk—menjadi salah satu faktor utama penyebaran penyakit TBC di kawasan permukiman padat.

“Program Rutilahu itu kunci. Kalau kita serius memperbaiki rumah tidak layak huni, insyaallah prevalensi TBC di Kota Bandung bisa turun secara signifikan,” ujar Farhan.

Ia menyampaikan, pada tahun 2026 Pemkot Bandung akan menggenjot program perbaikan Rutilahu secara lebih masif, terutama di RW yang memiliki tingkat kerentanan kesehatan tinggi. Program tersebut juga akan diintegrasikan dengan intervensi kesehatan masyarakat agar dampaknya lebih terukur.

Selain perbaikan hunian, Farhan turut menyoroti pentingnya pemenuhan sanitasi dasar, khususnya penyediaan septic tank guna mendukung target Open Defecation Free (ODF). Berdasarkan data Kelurahan Pasirwangi, masih terdapat kekurangan fasilitas septic tank di RW 2, RW 3, dan RW 10.

“Masalah sanitasi tidak bisa dipisahkan. Buang air besar sembarangan meningkatkan risiko diare, diare berkontribusi pada stunting, dan lingkungan tidak sehat memperbesar risiko TBC,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Pasirwangi, Meli Susanti, menyatakan kesiapan pihak kelurahan untuk menindaklanjuti arahan Wali Kota dengan melakukan pendataan serta pendampingan di tingkat RW.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan OPD terkait agar survei Rutilahu dan sanitasi bisa dipercepat, terutama di RW yang telah mengajukan,” ujar Meli.

Pemkot Bandung berharap, melalui pendekatan terpadu antara perbaikan hunian dan intervensi kesehatan lingkungan, kualitas hidup masyarakat di wilayah rawan kesehatan dapat meningkat sekaligus menekan angka penyakit menular. (*/red).

×
Berita Terbaru Update