| BPDAS Citarum-Ciliwung : Mari kita Jaga kelestarian Hutan untuk kehidupan berkelanjutan (foto:ist) |
Menurut Heru, hutan bukan sekadar
warisan dari generasi terdahulu, melainkan amanah yang harus dijaga untuk
keberlangsungan hidup generasi mendatang. Oleh karena itu, upaya merawat hutan
perlu dilakukan secara bijak dan berkelanjutan.
“Alam bukan sekadar warisan nenek
moyang, tetapi juga titipan bagi anak cucu kita. Mari kita rawat hutan dengan
bijak agar alam tetap hijau dan kehidupan dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Momentum pergantian tahun ini juga
dimanfaatkan untuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah
berkontribusi dalam berbagai program penghijauan dan pelestarian lingkungan.
Dukungan dari masyarakat, komunitas, serta para pemangku kepentingan dinilai
menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan berbagai inisiatif yang
telah dijalankan.
Sepanjang tahun sebelumnya,
berbagai kegiatan rehabilitasi hutan, konservasi lahan, hingga penguatan peran
masyarakat dalam menjaga lingkungan telah dilakukan. Kolaborasi tersebut
diharapkan terus berlanjut dan semakin diperkuat di tahun 2026.
BPDAS Citarum-Ciliwung juga
menekankan bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan
dampak besar bagi lingkungan. Mulai dari menanam pohon, menjaga kawasan hutan,
hingga meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem, semuanya menjadi
bagian dari upaya kolektif menuju lingkungan yang lebih sehat.
Dengan semangat baru di tahun 2026,
masyarakat diajak untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap alam. Harapannya,
komitmen yang terbangun tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar terwujud
dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan
manusia.
Ajakan ini menjadi pengingat bahwa
masa depan yang hijau dan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kerja
bersama, dengan komitmen yang kuat dan berakar pada kesadaran untuk menjaga
bumi. (*/red).