![]() |
| Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bandung mengikuti kegiatan Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Bandung Tahun 2027, di Hotel Grandia, Bandung |
Hal tersebut disampaikannya dalam
kegiatan Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Bandung Tahun 2027 yang
digelar di Hotel Grandia, Bandung, Senin (2/2/2026).
Menurut Toni, RKPD tidak sekadar
agenda tahunan, melainkan instrumen kunci untuk menjawab persoalan utama
perkotaan, khususnya pengangguran dan kemiskinan. Ia menegaskan bahwa kedua isu
tersebut harus menjadi prioritas substantif, bukan hanya target administratif.
“Pengurangan pengangguran dan
penurunan kemiskinan harus menjadi fokus utama dalam RKPD 2027,” ujarnya.
Ia mendorong agar penyusunan RKPD
dilakukan secara terukur, lintas sektor, dan berbasis kewilayahan agar
kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran. Dalam upaya menekan
pengangguran, DPRD mendorong penguatan penciptaan lapangan kerja produktif
melalui pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, dan sektor jasa perkotaan, serta
pelatihan kerja yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia usaha.
“Pengangguran terdidik harus dijawab
dengan kebijakan ketenagakerjaan yang adaptif terhadap perubahan ekonomi
digital,” katanya.
Sementara itu, dalam penanganan
kemiskinan, Toni menekankan pentingnya transformasi dari bantuan sosial menuju
pemberdayaan ekonomi masyarakat. Integrasi program lintas perangkat daerah dan penggunaan
data terpadu dinilai penting agar intervensi pemerintah lebih efektif.
Ia juga menegaskan pentingnya kualitas
belanja daerah, di mana setiap anggaran harus memberikan dampak nyata bagi
peningkatan kesejahteraan warga.
“RKPD 2027 harus menjadi jembatan
antara visi pembangunan dan kebutuhan konkret masyarakat, sekaligus memperkuat
kepercayaan publik,” tuturnya.
DPRD Kota Bandung, lanjut Toni,
berkomitmen mengawal penyusunan RKPD 2027 secara kritis dan konstruktif agar
menghasilkan dokumen perencanaan yang inklusif dan berpihak kepada rakyat. (rio/red).
