Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bandung Kucurkan Rp125 Miliar, Tambah Rombel dan Bangun Ruang Kelas Baru

Senin, 04 Mei 2026 | 21:50 WIB Last Updated 2026-05-04T14:50:41Z
Klik
Masih kurang ruang kelas, Pemkot Bandung lokasikan anggaran sebesar Rp.125Miliar



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengalokasikan anggaran sebesar Rp125 miliar pada tahun 2026 untuk memperkuat infrastruktur pendidikan, khususnya di jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Langkah ini dilakukan untuk menambah rombongan belajar (rombel) sekaligus mengatasi keterbatasan ruang kelas.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pembangunan ruang kelas baru menjadi prioritas utama agar sistem pembelajaran dua shift dapat diterapkan secara optimal di seluruh sekolah negeri.

“Tahun ini kita genjot pembangunan ruang kelas baru, karena itu menjadi kunci agar sistem dua shift bisa berjalan maksimal,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Senin (4/5/2026).

Sejumlah proyek pembangunan pun mulai berjalan, di antaranya pembangunan SD Bojongloa serta pendirian SMP Negeri 75 sebagai unit sekolah baru. Selain itu, Pemkot juga merencanakan penambahan SMP negeri di enam kecamatan yang saat ini masing-masing hanya memiliki satu sekolah negeri.

Menurut Farhan, langkah tersebut penting untuk mendorong pemerataan akses pendidikan sekaligus mengurangi penumpukan siswa di sekolah-sekolah tertentu yang selama ini menjadi favorit.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih fleksibel dalam menentukan pilihan sekolah saat proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berlangsung.

“Kami harapkan masyarakat tidak hanya terfokus pada satu sekolah saja, tetapi bisa mempertimbangkan beberapa pilihan agar distribusi siswa lebih merata,” katanya.

Di sisi lain, Pemkot Bandung mulai menerapkan kebijakan pembatasan jumlah shift pembelajaran. Mulai tahun ini, seluruh sekolah negeri tingkat SD dan SMP hanya diperbolehkan menjalankan maksimal dua shift.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari regulasi pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang memberikan masa transisi hingga tahun 2028.

“Sekarang tidak boleh lagi tiga shift. Ini memang menjadi tantangan bagi kita, karena harus menyesuaikan dengan kapasitas ruang kelas yang ada,” ujar Farhan.

Pemkot Bandung optimistis, dengan penambahan ruang kelas dan unit sekolah baru, kebutuhan rombel dapat terpenuhi sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat. (ziz/red).

×
Berita Terbaru Update