Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkot Bandung Pertimbangkan Perpanjangan Seleksi Pengelola Kebun Binatang, Minat Peserta Masih Minim

Senin, 04 Mei 2026 | 09:47 WIB Last Updated 2026-05-04T04:23:23Z
Klik
Kebun Binatang Bandung 


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mempertimbangkan perpanjangan masa pendaftaran seleksi pengelola Kebun Binatang Bandung.

Langkah ini diambil menyusul masih terbatasnya jumlah lembaga konservasi yang menyatakan minat hingga mendekati batas akhir pendaftaran pada 10 Mei 2026.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengakui kondisi tersebut membuat pihaknya waspada. Ia menyebut, ketatnya persyaratan menjadi salah satu faktor utama yang membuat banyak calon peserta belum mengambil langkah konkret.

“Waktu pendaftaran tinggal beberapa hari. Kami cukup deg-degan karena memang tidak semua lembaga mampu memenuhi syarat yang ditetapkan,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Kamis kemarin.

Menurut Farhan, Pemkot sebelumnya telah mengundang sekitar 85 lembaga potensial untuk mengikuti proses seleksi. Namun hingga kini, baru segelintir pihak yang menunjukkan ketertarikan serius.

“Dari puluhan undangan itu, baru sekitar empat yang memberi sinyal minat,” katanya.

Ia menilai, minimnya respons masih dalam batas wajar mengingat standar seleksi yang tinggi. Persyaratan tersebut sengaja dirancang untuk memastikan pengelola terpilih memiliki kapasitas, pengalaman, serta komitmen kuat terhadap konservasi dan kesejahteraan satwa.

Macan di kebun binatang Bandung

 

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bandung telah mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat untuk memperpanjang masa pendaftaran sekitar satu bulan dari jadwal awal.

“Kami sudah mengusulkan perpanjangan waktu agar kesempatan ini bisa dimanfaatkan lebih luas,” jelas Farhan.

Di tengah proses tersebut, Pemkot memastikan kondisi satwa di Kebun Binatang Bandung tetap terjaga. Upaya ini melibatkan berbagai instansi, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, dukungan juga datang dari lembaga internasional, Fantara, terutama dalam penyediaan obat-obatan dan penanganan kesehatan hewan.

Farhan menegaskan, seluruh langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah agar proses transisi pengelolaan tidak berdampak buruk terhadap kesejahteraan satwa.

“Berbagai opsi terus kami siapkan agar seleksi berjalan optimal dan menghasilkan pengelola yang benar-benar kompeten,” pungkasnya. (*/red).
×
Berita Terbaru Update