![]() |
| Wali kota Bandung M.Farhan menerima penghargaan atas pengelolaan sampah |
Bantuan alat pengolah sampah
diberikan kepada Kelurahan Cisaranten Endah, Cisaranten Bina Harapan,
Sukamiskin, dan Cisaranten Kulon, serta Kecamatan Arcamanik, Rancasari,
Coblong, Bandung Wetan, Cicendo, dan Buahbatu. Teknologi tersebut diharapkan
mampu mempercepat pengolahan sampah organik langsung dari sumbernya sekaligus
mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,
menyambut baik dukungan BRIN dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya,
tantangan pengelolaan sampah saat ini bukan lagi mencari teknologi baru,
melainkan memastikan teknologi yang telah tersedia dapat diterapkan secara
optimal di masyarakat.
Para petugas kebersihan kota Bandung saat menerima bantuan perlatan pengelolaan sampah
"Teknologi pengelolaan sampah
sudah banyak. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana teknologi itu dimanfaatkan
secara maksimal sehingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujar
Farhan.
Sementara itu, Kepala BRIN Arif
Satria memperkenalkan Lahsamor, alat pengolah sampah organik yang bekerja
dengan bantuan mikroorganisme untuk mempercepat proses penguraian. BRIN juga
telah mengembangkan berbagai teknologi pengolahan sampah, mulai dari skala
rumah tangga hingga industri, termasuk teknologi pengubah sampah menjadi
energi.
Penyerahan penghargaan pengelolaan sampah
Melalui kolaborasi antara
pemerintah daerah, BRIN, perguruan tinggi, dan masyarakat, Kota Bandung
diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern,
berkelanjutan, serta menjadi percontohan penerapan teknologi persampahan di
Indonesia. (rob/red).
