![]() |
| Pemkot Bandung Dorong Perkuat Kolaborasi RSHS dan RSAB Harapan Kita : Deteksi Dini Thalasemia |
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,
menilai kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis dalam meningkatkan
kesadaran masyarakat akan pentingnya skrining genetik dan deteksi dini penyakit
kelainan darah bawaan tersebut.
"Upaya ini tidak hanya
berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan melalui edukasi dan deteksi
dini agar kualitas hidup penyandang thalasemia semakin baik," ujar Farhan.
Pemkot Bandung, lanjutnya, siap
mendukung program edukasi kesehatan, skrining, serta pendampingan bagi
penyandang thalasemia dan keluarganya melalui sinergi dengan rumah sakit,
pemerintah, dan institusi pendidikan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa
Barat Erwan Setiawan mengungkapkan sekitar 40 persen penyandang thalasemia di
Indonesia berada di Jawa Barat. Karena itu, edukasi dan pemeriksaan dini
dinilai menjadi kunci untuk menekan angka kasus pada generasi mendatang.
Pemkot Bandung Dorong Perkuat Kolaborasi RSHS dan RSAB Harapan Kita : Deteksi Dini Thalasemia
Direktur Utama RSHS Bandung, dr. H.
Rachim Dinata Marsidi, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen rumah
sakit dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat. Bersama RSAB Harapan Kita, RSHS juga mendorong keluarga
pasien mengikuti skrining genetik guna mengetahui status pembawa sifat
(carrier) sejak dini.
Kegiatan yang menjadi bagian dari
peringatan Hari Anak Nasional 2026 dan HUT ke-103 RSHS tersebut diikuti 484
penyandang thalasemia. Selain edukasi dan berbagi pengalaman pasien, kegiatan
juga diisi pengambilan 90 sampel air liur untuk mendukung penelitian dan
penguatan program skrining genetik di Indonesia. (ziz/red).
