Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkot Bandung Perkuat Kolaborasi Deteksi Dini Thalasemia, Dorong Skrining Genetik Sejak Dini

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:51 WIB Last Updated 2026-07-26T16:51:27Z
Klik
Pemkot Bandung Dorong Perkuat Kolaborasi RSHS dan RSAB Harapan Kita : Deteksi Dini Thalasemia



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung penguatan deteksi dini dan pencegahan thalasemia melalui kolaborasi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan RSAB Harapan Kita. Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bagi Penyandang Thalasemia dan Keluarga yang digelar di Trans Studio Bandung, Minggu (27/7/2026).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya skrining genetik dan deteksi dini penyakit kelainan darah bawaan tersebut.

"Upaya ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan melalui edukasi dan deteksi dini agar kualitas hidup penyandang thalasemia semakin baik," ujar Farhan.

Pemkot Bandung, lanjutnya, siap mendukung program edukasi kesehatan, skrining, serta pendampingan bagi penyandang thalasemia dan keluarganya melalui sinergi dengan rumah sakit, pemerintah, dan institusi pendidikan.

Pemkot Bandung Dorong Perkuat Kolaborasi RSHS dan RSAB Harapan Kita : Deteksi Dini Thalasemia



Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengungkapkan sekitar 40 persen penyandang thalasemia di Indonesia berada di Jawa Barat. Karena itu, edukasi dan pemeriksaan dini dinilai menjadi kunci untuk menekan angka kasus pada generasi mendatang.


Direktur Utama RSHS Bandung, dr. H. Rachim Dinata Marsidi, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Bersama RSAB Harapan Kita, RSHS juga mendorong keluarga pasien mengikuti skrining genetik guna mengetahui status pembawa sifat (carrier) sejak dini.

Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional 2026 dan HUT ke-103 RSHS tersebut diikuti 484 penyandang thalasemia. Selain edukasi dan berbagi pengalaman pasien, kegiatan juga diisi pengambilan 90 sampel air liur untuk mendukung penelitian dan penguatan program skrining genetik di Indonesia. (ziz/red).

×
Berita Terbaru Update