Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

31 Pasangan Nikah Massal Gratis di Majalengka, Ineu Purwadewi: Kemerdekaan Harus Hadirkan Manfaat Nyata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:02 WIB Last Updated 2026-08-16T11:03:25Z
Klik
Ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar Dr.Hj.Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos, MM memberikan bingkisan dan Buku Nihak  kapada peserta Nikah Massal Gratis di Majalengka (foto:ist).



MAJALENGKA, FAKTABANDUNGRAYA,---  Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Majalengka tidak sekadar diisi dengan seremoni. Sebanyak 31 pasangan mengikuti program nikah massal gratis yang digelar atas kepedulian Dr. Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos., M.M., Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Ranji Kulon, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, Sabtu (15/8/2026), tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Pemerintah Desa Ranji Kulon dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kasokandel.

Program tersebut menjadi momentum penting bagi puluhan pasangan untuk mendapatkan legalitas pernikahan secara resmi, sekaligus memastikan hak-hak administrasi keluarga mereka dapat terpenuhi.

Ineu Purwadewi mengatakan, peringatan kemerdekaan semestinya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kemerdekaan harus diterjemahkan melalui aksi nyata yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Alhamdulillah, sebanyak 31 pasangan pengantin mengikuti prosesi nikah massal dengan penuh kebahagiaan. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian dan semangat gotong royong kita semua untuk membantu masyarakat, sekaligus menghadirkan kebahagiaan di momentum peringatan kemerdekaan Indonesia,” ujar Ineu.

Menurutnya, kepemilikan dokumen pernikahan memiliki arti penting bagi keberlangsungan kehidupan keluarga. Buku Nikah menjadi bagian penting dalam pemenuhan administrasi kependudukan, termasuk pengurusan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran anak, serta berbagai kebutuhan layanan publik.

Karena itu, nikah massal tersebut bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi pasangan pengantin, tetapi juga menjadi pintu bagi terpenuhinya hak-hak administratif mereka sebagai warga negara.

Bukan Sekadar Akad, tetapi Pesta Kebersamaan

Suasana kegiatan semakin semarak karena panitia tidak membatasi acara hanya pada prosesi akad nikah. Area sekitar kantor Desa Ranji Kulon disulap menjadi ruang perayaan rakyat yang diisi dengan berbagai hiburan.

Ratusan warga turut hadir. Mereka tidak hanya menjadi saksi kebahagiaan 31 pasangan pengantin, tetapi juga ikut menikmati suasana kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi.

Ineu menuturkan, konsep tersebut sengaja dihadirkan agar peringatan kemerdekaan memiliki suasana yang dekat dengan masyarakat.

“Selain prosesi sakral nikah massal, kegiatan juga sengaja dimeriahkan dengan berbagai hiburan rakyat. Kami ingin acara ini menjadi ruang silaturahmi, pesta kebersamaan, dan kegembiraan milik seluruh masyarakat desa,” katanya.

Bagi para pasangan yang mengikuti nikah massal, momen tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Mereka mendapatkan kesempatan mengawali kehidupan rumah tangga dengan kepastian hukum sekaligus merasakan kemeriahan perayaan kemerdekaan bersama masyarakat.

Doa untuk 31 Keluarga Baru

Ineu Purwadewi bersama tokoh Majalengka dan peserta Nikah pada acara Nikah Massal Gratis Majalengka


Di penghujung acara, Ineu Purwadewi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pasangan pengantin. Ia berharap pernikahan tersebut menjadi awal kehidupan keluarga yang harmonis, kokoh, dan penuh keberkahan.


“Semoga 31 pasangan pengantin senantiasa diberikan keberkahan, keharmonisan, dan kebahagiaan dalam membangun mahligai keluarga. Mari kita terus isi kemerdekaan ini dengan menghadirkan kebahagiaan dan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat dukungan berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat. Hadir dalam acara tersebut perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Kepala KUA Kecamatan Kasokandel, Kepala Desa Ranji Kulon, unsur Muspika Kasokandel yang terdiri dari Camat, Danramil, dan Kapolsek, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Di tengah peringatan kemerdekaan, 31 pasangan tersebut akhirnya membawa pulang lebih dari sekadar dokumen pernikahan. Mereka membawa harapan baru untuk membangun keluarga dengan kepastian hukum, sementara masyarakat mendapatkan contoh bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kepedulian, gotong royong, dan manfaat yang benar-benar dirasakan warga. (*/red).

×
Berita Terbaru Update