Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pengelolaan Sampah TPSOS Gedebage Disiapkan, Target Operasi Awal 2027

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:19 WIB Last Updated 2026-08-22T02:19:09Z
Klik
Pemkot Bandung, Kemdiktisaintek dan BPI Danantara tandatangai MoU terkait pengelolaan TPSS Gedebage


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA — Pemerintah Kota Bandung menyiapkan pengembangan fasilitas pengolahan sampah berkapasitas hingga 300 ton per hari di Tempat Pengolahan Sampah Organik dan Sirkular (TPSOS) Gedebage. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026 atau paling lambat awal 2027.

Pengembangan TPSOS Gedebage merupakan kolaborasi Pemkot Bandung bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama di Balai Kota Bandung, Jumat (21/8/2026).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, fasilitas tersebut menjadi salah satu langkah konkret menghadapi persoalan sampah sekaligus mengurangi ketergantungan Kota Bandung terhadap tempat pemrosesan akhir milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Ini salah satu terobosan yang kami lakukan. Sambil menunggu Legok Nangka, kami harus menyiapkan solusi pengelolaan sampah di Kota Bandung,” ujar Farhan.

Menurutnya, pembangunan fasilitas akan dipercepat dengan menyiapkan kebutuhan administrasi dan penganggaran, termasuk perubahan anggaran 2026 serta penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) 2027.

Teknologi yang digunakan mengusung konsep pengelolaan sampah secara terdesentralisasi, sehingga sampah tidak seluruhnya harus dikirim ke TPA. Sampah akan diproses di wilayah regional sebelum menghasilkan produk yang memiliki nilai guna.

Chief Technology Officer BPI Danantara Sigit Puji Santosa menjelaskan, teknologi tersebut akan mengolah sampah menjadi Solid Recovered Fuel (SRF) atau bahan bakar alternatif dengan nilai kalor tinggi yang dapat dimanfaatkan industri, termasuk refinery, pabrik, maupun boiler.

“Tidak perlu dibawa ke TPA, tapi kita selesaikan di regional masing-masing,” kata Sigit.

Ia memastikan teknologi yang dipilih memperhatikan aspek lingkungan dan kenyamanan masyarakat. Sistem pengolahan dibuat tertutup dan terkendali untuk mencegah timbulnya bau yang mengganggu lingkungan sekitar.

Untuk fasilitas berkapasitas 300 ton per hari, kebutuhan investasi sementara diperkirakan sekitar Rp50 miliar hingga Rp60 miliar. TPSOS Gedebage akan menjadi proyek percontohan yang nantinya berpeluang dikembangkan di sejumlah Sub Wilayah Kota (SWK).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan, perguruan tinggi turut berperan dalam menghadirkan kajian dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Menurutnya, pengolahan sampah dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari pemanfaatan sampah organik hingga pengolahan material nonorganik menjadi SRF.

“Kalau ini bisa berhasil, kita berharap setiap SWK juga bisa dilakukan pembangunannya sehingga penyelesaian sampah di Kota Bandung harapannya bisa diselesaikan dan menjadi percontohan daerah lain,” ujar Brian.

Pemkot Bandung berharap TPSOS Gedebage tidak hanya menjadi solusi untuk mengurangi beban sampah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi.

Dengan kapasitas awal hingga 300 ton per hari, fasilitas tersebut diharapkan menjadi pijakan menuju sistem pengelolaan sampah Kota Bandung yang lebih mandiri, terdesentralisasi, dan berkelanjutan. (ray/red).

×
Berita Terbaru Update