![]() |
| Pemkot Bandung, Kemdiktisaintek dan BPI Danantara tandatangai MoU terkait pengelolaan TPSS Gedebage |
Pengembangan TPSOS Gedebage
merupakan kolaborasi Pemkot Bandung bersama Kementerian Pendidikan Tinggi,
Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Badan Pengelola Investasi (BPI)
Danantara. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama di
Balai Kota Bandung, Jumat (21/8/2026).
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
mengatakan, fasilitas tersebut menjadi salah satu langkah konkret menghadapi
persoalan sampah sekaligus mengurangi ketergantungan Kota Bandung terhadap
tempat pemrosesan akhir milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Ini salah satu terobosan yang kami
lakukan. Sambil menunggu Legok Nangka, kami harus menyiapkan solusi pengelolaan
sampah di Kota Bandung,” ujar Farhan.
Menurutnya, pembangunan fasilitas
akan dipercepat dengan menyiapkan kebutuhan administrasi dan penganggaran,
termasuk perubahan anggaran 2026 serta penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA)
2027.
Teknologi yang digunakan mengusung
konsep pengelolaan sampah secara terdesentralisasi, sehingga sampah tidak
seluruhnya harus dikirim ke TPA. Sampah akan diproses di wilayah regional
sebelum menghasilkan produk yang memiliki nilai guna.
Chief Technology Officer BPI
Danantara Sigit Puji Santosa menjelaskan, teknologi tersebut akan mengolah sampah
menjadi Solid Recovered Fuel (SRF) atau bahan bakar alternatif dengan nilai
kalor tinggi yang dapat dimanfaatkan industri, termasuk refinery, pabrik,
maupun boiler.
“Tidak perlu dibawa ke TPA, tapi
kita selesaikan di regional masing-masing,” kata Sigit.
Ia memastikan teknologi yang
dipilih memperhatikan aspek lingkungan dan kenyamanan masyarakat. Sistem
pengolahan dibuat tertutup dan terkendali untuk mencegah timbulnya bau yang
mengganggu lingkungan sekitar.
Untuk fasilitas berkapasitas 300
ton per hari, kebutuhan investasi sementara diperkirakan sekitar Rp50 miliar
hingga Rp60 miliar. TPSOS Gedebage akan menjadi proyek percontohan yang
nantinya berpeluang dikembangkan di sejumlah Sub Wilayah Kota (SWK).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan, perguruan tinggi turut berperan dalam
menghadirkan kajian dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Menurutnya, pengolahan sampah dapat
dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari pemanfaatan sampah organik hingga
pengolahan material nonorganik menjadi SRF.
“Kalau ini bisa berhasil, kita
berharap setiap SWK juga bisa dilakukan pembangunannya sehingga penyelesaian
sampah di Kota Bandung harapannya bisa diselesaikan dan menjadi percontohan
daerah lain,” ujar Brian.
Pemkot Bandung berharap TPSOS
Gedebage tidak hanya menjadi solusi untuk mengurangi beban sampah, tetapi juga
membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi.
Dengan kapasitas awal hingga 300
ton per hari, fasilitas tersebut diharapkan menjadi pijakan menuju sistem
pengelolaan sampah Kota Bandung yang lebih mandiri, terdesentralisasi, dan
berkelanjutan. (ray/red).
