![]() |
| Wali kota Bandung M.Farhan |
Dalam pertemuan tersebut, para
tokoh agama menyampaikan sejumlah pandangan dan komitmen bersama demi merawat
ketenangan publik di tengah masyarakat.
Prof. KH. Miftah Faridl menekankan
krusialnya peran ulama dalam menyampaikan narasi dakwah yang sejuk dan
menenangkan melalui mimbar khutbah, forum diskusi, hingga pelibatan generasi
muda dan mahasiswa. Selain itu, kegiatan doa bersama di tengah warga juga didorong
untuk memperkuat rasa kebersamaan.
Sejumlah poin penting yang
digarisbawahi oleh para ulama dalam silaturahmi tersebut meliputi:
Budaya Tabayyun: KH. Asep Mulyana Ismail mengimbau masyarakat untuk senantiasa memverifikasi dan mengklarifikasi setiap informasi sebelum menyebarkannya guna mencegah misinformasi.

Wali Kota Bandung bersama para ulama kota Bandung
Aspirasi Konstitusional: Ustaz H.
Musa Muhammad mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi publik harus tetap
mengedepankan jalur hukum yang elegan dan taat aturan.
Edukasi dan Informasi Valid: Ustaz
H. Andri Mulyadi dan Dr. H. Ahmad Suherman mendorong optimalisasi rumah ibadah
serta kampus sebagai pusat informasi terverifikasi untuk mengantisipasi
kepanikan publik.
Pertemuan ini diharapkan mampu
mengukuhkan kolaborasi berkelanjutan antara Pemkot Bandung dan alim ulama dalam
memastikan masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan
serta menjaga Bandung tetap aman dan harmonis. (*/red).
